Anggarda Paramita

Belajar dari Proyek Villa Lovina : Mengapa Soil Test di Buleleng Sangat Vital untuk Lahan Bekas Sawah

Desember 9, 2025 | by jonipramita2@gmail.com

Soil Test di Buleleng

Belajar dari Proyek Villa Lovina : Mengapa Soil Test di Buleleng Sangat Vital untuk Lahan Bekas Sawah

Bali Utara, khususnya kawasan Buleleng, kini menjadi primadona baru bagi investor properti. Harga tanah yang masih relatif terjangkau dibandingkan Badung, serta pesona pantai Lovina dan perbukitan yang tenang, membuat banyak orang berlomba membangun villa impian di sini.

 

 

Namun, ada satu kisah dari klien kami, sebut saja Pak Hendra, yang hampir saja kehilangan miliaran rupiah karena meremehkan karakteristik tanah di kawasan ini. Kisah ini menjadi pelajaran penting mengenai mengapa layanan soil test di Buleleng bukan sekadar formalitas, melainkan penyelamat investasi.

Ilusi Tanah Keras di Musim Kemarau

Cerita bermula ketika Pak Hendra membeli lahan seluas 15 are di pinggiran Singaraja, tidak jauh dari kawasan wisata Lovina. Lahannya datar, luas, dan terlihat sangat padat karena saat itu sedang puncak musim kemarau. Tetapi belum pernah sama sekali dilakukan soil test di Buleleng.

 

Rencananya adalah membangun kompleks private villa dengan beban bangunan yang cukup berat, termasuk kolam renang utama. Kontraktor awal yang ia temui dengan percaya diri berkata, “Tenang Pak, tanah di Buleleng sini keras. Kita pakai pondasi batu kali dan cakar ayam standar saja sudah cukup. Hemat biayam tidak perlu dilakukan soil test di Buleleng.”

 

 

Secara kasat mata, saran itu masuk akal. Tanah permukaannya memang keras dan berbatu. Namun, Pak Hendra merasa ragu setelah mengetahui sejarah lahan tersebut. Lahan itu dulunya adalah sawah produktif yang baru ditimbun (diurug) tiga tahun lalu.

Soil Test di Buleleng
Soil Test di Buleleng

Keputusan Kecil yang Menyelamatkan Miliaran Rupiah

Alih-alih langsung menyetujui saran kontraktor untuk “tancap gas”, Pak Hendra memutuskan untuk memanggil tim geoteknik independen untuk melakukan penyelidikan tanah. Ia mencari jasa profesional soil test di Buleleng untuk memastikan apa yang sebenarnya ada di bawah tanah urugan tersebut.

Biaya tes tanah ini tidak sampai 1% dari total nilai proyek villanya. Namun, data yang didapat ternyata sangat mengejutkan.

Fakta Mengejutkan Hasil Uji Sondir (CPT)

Setelah tim teknisi melakukan uji Sondir (Cone Penetration Test) di 3 titik berbeda, terungkaplah “rahasia” tanah tersebut:

 

  1. Kedalaman 0 – 1 Meter          :             Tanah urugan sirtu yang sangat padat (sesuai penglihatan mata).
  2. Kedalaman 1,5 – 5 Meter      :             Ditemukan lapisan soft clay (lempung lunak) atau lumpur bekas sawah yang belum terkonsolidasi sempurna. Konsistensinya sangat lembek.
  3. Tanah Keras Asli                      :             Baru ditemukan di kedalaman 6,8 meter.

Bayangkan jika Pak Hendra menuruti saran awal untuk menggunakan pondasi dangkal di kedalaman 1 meter. Pondasi tersebut akan “duduk” tepat di atas lapisan lumpur lunak.

 

 

Dalam waktu 1-2 tahun, saat beban bangunan sudah penuh dan tanah terkena air hujan, bangunan pasti akan mengalami settlement (penurunan tanah). Risikonya fatal: dinding retak struktur, lantai miring, hingga kolam renang yang bocor dan patah. Itulah mengapa soil test di Buleleng itu sangat penting.

Mengapa Soil Test di Buleleng Itu Krusial?

Karakteristik tanah di Kabupaten Buleleng sangat bervariasi. Mulai dari tanah berpasir di pesisir pantai, tanah vulkanik di area bedugul, hingga tanah bekas sawah di dataran rendah Singaraja.

Melakukan soil test di Buleleng memberikan data akurat bagi insinyur sipil untuk:

  • Menentukan Jenis Pondasi                                          :              Dalam kasus Pak Hendra, desain diubah dari pondasi dangkal menjadi Strauss Pile (bor pile manual) agar beban bangunan bertumpu langsung ke tanah keras di kedalaman 7 meter.


  • Efisiensi Material                                                                :              Menghindari over-design (pemborosan besi) atau under-design (bangunan roboh).


  • Syarat PBG (Persetujuan Bangunan Gedung)      :              Saat ini, pengurusan izin PBG di Bali mewajibkan lampiran laporan penyelidikan tanah (Sondir/Boring).

Kesimpulan: Data soil test di Buleleng

Pembangunan Villa Pak Hendra kini sudah rampung dan berdiri kokoh tanpa ada retakan sedikitpun, meskipun Buleleng sempat diguncang gempa kecil beberapa waktu lalu. Keputusannya melakukan tes tanah terbukti tepat.

 

 

Jangan jadikan pondasi bangunan Anda ajang tebak-tebakan. Kondisi permukaan tanah seringkali menipu. Bagi Anda yang berencana membangun di Bali Utara, pastikan Anda bermitra dengan penyedia jasa soil test di Buleleng yang terpercaya.

Ingin memastikan keamanan struktur bangunan Anda di Bali Utara?

Hubungi kami sekarang untuk konsultasi dan penawaran terbaik soil test di Buleleng jasa Sondir & Boring Test di area Buleleng dan sekitarnya.

 

PT Anggarda Paramita Engineering adalah perusahaan konsultan profesional yang bergerak di bidang survey topografi, geoteknik, dan geolistrik, melayani kebutuhan pemetaan lahan, analisis struktur tanah, serta identifikasi kondisi bawah permukaan untuk berbagai proyek konstruksi dan infrastruktur.

Jakarta
Jl. Raya Pasar Minggu, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Bali
Perumahan Umasari Gg Mungil , Kerobokan, Petitenget, Denpasar.

Services
Catatan Penting
Pages

RELATED POSTS

View all

view all